Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


FITRAH AIR SUSU IBU

 


Diriku perekat dua batin manusia di awal membuka mata

Menghangatkan tubuh tanpa basa basi sayembara

Mengalir menepi menyisir tepi urat saraf nadi

Mengantar energi dan vitamin yang di nanti sejak dini

 

Kehadiranku memeluk dekap di dada ibu

Peluk hangat menyetrum merasuk kedua tubuh

Tidak jarang ibu merasakan syahdu

Meluruh emosi rindu hanya dengan sentuh

 

Di diriku tersembunyi pengusir balada penyakit

Imun tebal penetralisir zat asing

Terlampiaskan dalam seteguk tetesan dengan gesit

Tak sedikit virus atau bakteri bergeming

 

Tanpa aku, seorang ibu pasti menangis

Dilema antara berserah atau menerima

Ikatan kasih sayang yang perlahan menipis

Ketika hanya botol susu yang malang menjadi perantara

 

Aku jadi rentan

Ketika dimainkan dengan ketidakpercayaan

Oh aku lupa manusia sering menggampangkan

Kebutuhan aku bukan menjadi dambaan

 

Lalu lalang memtik daun katuk berlembaran

Agar aku siap dilahirkan dari satu organ

Namun banyak juga yang diam hanya merasakan

Bahwa aku bukan prioritas yang di nomor satukan

 

 

Aku bukan kuasa untuk diriku

Tuhan lebih tau maksud menciptakan aku

Kebanyakan afeksi manusia saja yang membatu

Buktinya si mungil senyum indah tanpa sendu

 

Hargai aku

Tak lumrah aku di buang sia-sia

Hanya wanita bukan seutuh ibu yang tidak menungguku

Menempatkanku di bibir delima bayi permata

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "FITRAH AIR SUSU IBU"