Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


GURU ITU PENDONGENG

 


    Cerita aladin yang terbang di atas sajadah, putri yang terbangun dari tidurnya setelah di peluk raja, Winnie the poeh, kemudian terakhir Cinderella yang berubah menjadi cantik adalah dongeng – dongeng populer yang masih teringat sampai sekarang. Tidak ada anak kecil yang tidak lama menyaksikan dongeng tersebut sambil memantapkan matanya melotot. Dongeng tersebut bercerita sangat indah dan menghanyutkan setiap penikmat dari kalangan usia anak – anak. Imajinasi dibangun dengan daya visual yang sangat tinggi dengan permainan intonasi yang menyayat hati. Itulah dongeng, cerita yang dibuat untuk menyenangkan anak tetapi menyiratkan pembelajaran.

       Guru di era sekarang tidak cukup menjadi penyaji materi yang banyak berceramah, memberi nasihat, bahkan terkesan berbicara sendiri. Guru sebisa mungkin membangun imajinasi di kelas agar anak – anak ikut terlena mengikuti alur pembelajaran. Guru adalah pendongeng dengan ramuan cerita – cerita materi pembelajaran yang di kemas dengan audio visual yang tidak monoton

       Materi pembelajaran yang disampaikan dengan tidak monoton akan membuat anak – anak susah berkedip, bahkan meminta untuk tidak berhenti. Ada sugesti disana yang secara tersirat menyihir perasaan anak – anak. Bayangkan saja, anak – anak tidak hanya menulis tetapi ikut ambil bagian minimal menjadi penonton yang siap menceritakan kembali kepada temannya, seperti “eh, tadi aku habis belajar negara australia, ada hewan yang namanya kangguru disana, terus aku kasih makan, suara kanggurunya lucu”. Ujung pembelajaran dengan guru sebagai pendongeng akan membuat anak mengerti alur pembelajaran dan makna yang ada dapat menyentuh untuk diresapi.  

       Guru sebagai pendongeng sebisa mungkin menerapkan audio visual yang nyata ke anak – anak, agar daya tangkap anak – anak bisa cepat diterima dan memalingkannya dari perhatian selain guru di depan kelas. Gesture, mimik wajah, intonasi suara, gaya di depan kelas harus benar – benar membawa magnet dan mengambil perhatian anak – anak. Bukan hal aneh jika sampai seorang guru harus memakai kostum kebaya ala cut nyak dien untuk menceritakan siapa itu cut nyak dien. Mengucapkan salam saja sudah terlihat mana guru yang hanya sekedar memberi salam atau guru yang sudah mulai menjadi sutradara permainan kelas. Seperti contoh guru A dan guru B dibawah dengan intonasi:

Guru A            : “okey anak – anak semuanya, Assalammualaikum warohmatullohi wabarokatuh”

Guru B            : “  indonesiaku, aku datang menyelamatkanmu.. Assalammualaikum RAKYATKU, tunggulah aku sejenak hari ini!”

       Dua guru diatas mengucapkan salam yang sama sebagai pembuka, namun ruh dan rasa yang disampaikan punya nyawa yang berbeda. Guru A hanya mengucapkan salam seperti Ia bertemu muridnya di perjalanan dengan gaya datar dan bersahaja, sedangkan guru B sudah masuk membawa anak – anak seolah – olah sebagai rakyat dari seorang pemimpin di depannya dalam suatu Negara yaitu Indonesia. Dua salam tersebut adalah hanya ilustrasi, tetapi sadarlah pengantar itu mengawali segalanya di kelas terjadi seperti apa.

       Salam hanyalah pembuka, tetapi semua itu adalah awal dimana mata anak – anak di kelas tertuju kepada anda sebagai guru. Bagaimana anda menatap, bagaimana anda menggerakkan tubuh, bagaimana anda mengucapkan salam adalah hal kunci memasukkan anak – anak jatuh ke dalam mimpi atau cerita yang guru bawakan.

       Belajarlah menjadi pendongeng sebagai penyampai sekalipun guru bukanlah pendongeng hebat. Pendongeng hebat mampu membuat penikmat ceritanya tersihir habis – habisan. Bukankah problema guru adalah bagaimana mengubah persepsi dan kemauan anak memperhatikan di kelas. Yang kita tiru adalah cara menyampaikannya bukan terbawa sebagai profesinya. Tidak ada salahnya memasukkan unsur – unsur imajinasi, permainan, alur naik turun yang mengagetkan sehingga murid ikut merasakan tanpa berhenti.

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "GURU ITU PENDONGENG"