Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


HANYA HARAP

 


Mata yang kini tertunduh

Menyiratkan enigma sejak lama

Keberadaan aku yang semakin jauh

Memberi rasa aku bukan siapa – siapa

Cinta yang mengira dalam secuil asa

Berlandaskan rasa yang terpenjara lama

Bermuram semu yang sungkan menjadi fakta

Hanya mengerti sejauh mana bisa memaksa

Kau pasang tembok pembatas

Seakan aku minoritas untuk diterima

Seru salam justru dibalik kau hempas

Seakan raga ini adalah fana

Kau sempat beri kesan pertama

Menerbangkan kasmaran pada secawan qolbu

Menyiratkan suka hingga pipi ini merona

Jelas semakin berwarna bukan abu – abu

Perlahan ku coba tebak

Perasaan apa yang terus menghantui

Apa daya ku coba bisa berontak

Dalam hati teriring jawaban yang tersakiti

Roman picisan seketika sirna

Dikala realita meminta aku bercermin

Bahwa cinta memang bukan kita

Adrenalin saja yang terus membatin

Berhenti tebarkan benih kasih lagi

Berhenti serukan majas – majas

Seberapa dalam rayuan peduli

Hati ini terlanjur menangis sangat deras

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "HANYA HARAP"