Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


Kiel vi Fartas

 


Enkonduku

Aku yang duduk terpaku

Menatap balasan pesan yang bersaut satu-satu

Untuk sekadar ingin bertamu

Perkenalkan ini aku

 

Aku yang kini sebatang kara

Sempat merintih membangun asa

Melihat masa depan di kala membuka mata

Di saat Bapak dan Ibu memberikan nama

 

Berjalan menyusuri setiap fase hidup

Dengan nasihat ibu yang tidak redup

Berjuang sewaktu banyak cobaan menyusup

Aku bangkit di masa kecilku yang tertungkup

 

Mia Nomo estas sebagai pesan batin

Ada makna harapan bak secercah cahaya lilin

Kata orang tua bermakna jujur yang punya adrenalin

Perkenalkan saya agar bisa bermain

 

Bercengkrama dengan dunia

Bermartabat dengan bangsa

Bersikap selalu bersahaja

Merasakan seluk beluk rasa di setiap bersama

 

 

 

Bersahabat dengan riuh Tangerang Selatan

Yang selalu dijunjung jadi kota metropolitan

Di kota ini, kata demi kata siap tersusun jadi bait berlian

Puisi yang tersaji dengan penuh roman, hobiku yang aku idamkan

 

Kiel vi Fartas?

Selalu bertemu tanpa batas

Aku harap kamu selalu jadi yang teratas

Dari semangat yang tumpah beruas-ruas

 

Kutunggu kabar peretas

Pemecah suasana yang penuh lepas

Dari penerimaan yang tulus dan ikhlas

Agar kita bisa bekerja sama menjadi sahabat yang berkelas

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "Kiel vi Fartas"