Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


LELAH SI OJOL



 Secarik kertas kucoba gores

Dibantu pena menari menepi

Tidak apa terpampang konsonan belaka

Lebih indah cerminan usaha seorang pembawa

 

Aku buka cakrawala agar titik menjadi berita

Melihat segala fakta dan cerca adu domba

Menilik mana yang samar dan tampak di muka

Sudut pandang orang – orang di masa tua atau generasi muda

 

Ku tawarkan suara untuk dinikmati pemirsa

Walau rela di tembok terjal dengan orang tua

Hanya melihat muka tidak bersua

Mengirim pesan rindu tak pulang entah kemana

 

Terpejam seakan lupa profesi ini banyak terpa

Bergelut dengan banyak petikai negara mengaku abdi dewa

Mengendurkan suara, bertanya pada rakyat jelata

Kami bukan sombong performa, namun mencari keliru sebuah makna

 

Percayalah bagaimana setiap diri kami menempa

Agar kumpulan frasa jelas bersuara

Di layar kaca tempat pendengar berkumpul dan bercengkrama

Tidak ada jeda, paksa, bahkan kontra

 

 

Cukuplah menjadi penonton setia

Senantiasa berdoa untuk kami di medan laksamana

Cukuplah buat kami berharga

Agar laporan tidak sia – sia belaka

 

Bersamalah dengan kami pewarta

Menangkap imanjinasi tabu menjadi berwarna

Bahwa berbeda itu satu jua

Melawan tipu daya yang menggerogoti rasa percaya
Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "LELAH SI OJOL"