Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


Satu Hal Ini Lebih Penting Dari Bakat



Pernahkah kalian merasa tidak berbakat dalam mata pelajaran tertentu? Atau merasa tidak mampu dalam bermain alat musik? Sering kali saya melihat ada anak yang merasa tidak ahli di bidang tertentu, tidak berbakat di bidang tertentu, dan malas di bidang tertentu. Sebenarnya, berdasarkan pengamatan saya, banyak anak yang tadinya merasa begitu, namun sekarang menjadi ahli. Banyak yang mengalami peningkatan IQ sebesar 10-30 poin selama 1- 3 tahun dengan belajar menggunakan metode yang tepat. Di bidang lain pun, seperti musik dapat mengalami peningkatan. Jadi, pertanyaannya adalah apakah bakat seseorang berpengaruh terhadap keahliannya di masa depan?

Teori mengenai bakat tertulis jelas dalam buku “Talent is Overrated” karangan Geoff Colvin. Di buku itu, dilakukan riset terhadap orang-orang yang punya keahlian seperti musisi, pemain bola, penulis novel, pemenang nobel. Di buku itu, dilakukan penelitian mengenai sejauh mana kemampuan seorang ahli di bidangnya, apa yang paling berpengaruh sampai bisa menjadi seorang ahli. Ternyata, dari riset yang ada, dibuktikan bahwa bakat itu tidak terlalu berpengaruh untuk menjadi seorang ahli. Lalu apa yang berpengaruh? Apakah pengalaman? Pengalaman ternyata juga tidak terlalu berpengaruh untuk mendapatkan keahlian yang luar biasa. Lalu, jika bakat dan pengalaman tidak terlalu berpengaruh, apa yang berpengaruh secara signifikan? Jawabannya adalah Deliberate Practice.

Deliberate practice adalah metode latihan atau belajar terus-menerus dengan cara yang benar. Jadi, aktivitas latihan direncanakan secara khusus untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai tujuan spesifik tertentu. Istilah ini mulai dikenalkan oleh Anders Ericsson, seorang pionir Deliberate Practice, mengatakan “untuk menjadi seorang ahli tidak mungkin dicapai hanya karena faktor bakat atau keturunan saja. Butuh latihan yang tekun dan dalam jangka waktu yang panjang hingga seseorang bisa menjadi seorang ahli.” Bagaimana caranya? Misalnya saya membutuhkan 20 kompetensi utama untuk menjadi seorang ahli. Deliberate Practice itu adalah bagaimana kita dapat menguasai konsep dasar secara benar, sehingga bisa membentuk suatu gambaran besarnya, dan akan melatih kita sehingga menjadi seorang ahli.

Anakamuginya seperti ini. Ketika ingin menjadi atlet bulutangkis, banyak orang yang sering latihan dengan memperbanyak jadwal pertandingan dan turnamen. Dengan memperbanyak turnamen, memang akan meningkatkan pengalaman Anda. Namun setelah 1-2 tahun akan stuck, dan tidak bisa berkembang lagi. Pengalaman itu belum berpengaruh secara signifikan untuk menjadikan Anda seorang ahli., karena mungkin Anda tidak sadar hal penting apa yang sebenarnya harus diperbikki secara detail. Sebenarnya, hal yang diperlukan adalah membagi hal-hal yang perlu dilatih secara detail. Misalnya dalam bulu tangkis. Pertama, tingkatkan stamina dengan lari, latihan di tanjakan, dan latihan otot tangan. Kemudian latihan smash, melakukan servis, dan dropshot secara berulang-ulang. Nah, Deliberate Practice itu adalah bagaimana caranya Anda melatih kelemahan yang Anda miliki secara berulang-ulang, hingga benar-benar ahli dan professional.

Contoh lainnya, misalnya mengerjakan soal Bahasa Indonesia Jangan hanya mengerjakan soal campuran, dengan mengerjakan semuanya. Itu namanya baru menambah pengalaman aja. Hal yang seharusnya dilakukan adalah ketika tryout, lihat kelemahan Anda apa. Misalnya majas. Anda cari soal-soal tentang majas yang spesifik, dengan konsep yang nda kuasain terlebih dulu, lalu variasinya juga harus dilatih sampai  terbiasa.  Jangan  lupakan juga konsep dasarnyamisalnya kata kerja, kata benda, kata sifat, dsb.

Deliberate Practice berkata, “Latihan terus-menerus tidak menjadikanmu sempurna. Namun, Latihan yang sempurna dan terus-meneruslah yang membuatmu sempurna. Jadi, untuk menjadi seorang ahli, Anda tidak bisa hanya sekadar melakukan pengulangan. Anda juga harus memperhatikan cara pengulannya. Anda harus memperhatikan kualitas latihan dibanding kuantitasnya. Jadi, kalau Anda ingin mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam suatu bidang, Anda harus belajar dengan metode Deliberate Practice.

Kalau kamu mau punya kemampuan yang luar biasa di suatu bidang, kamu harus belajar dengan metode DP. Ini cocok banget kalau  kamu  belajar  dari  kamu  masih  muda. Kenapa?  Karena kamu butuh banyak waktu untuk ngelakuin itu. Misalnya mau persiapan SNMPTN atau SIMAK, jangan cuma ngerjain soal-soal  campuran.  Karena  banyak  nih  yang  ngelakuin ini. Rata-rata pada nggak mau memperdalam lagi soal-soal bab awal. Alasannya karena males. Wah, ini bahaya, karena malah kamu jadi susah ningkatin nilai tryout, karena berdasarkan pengalaman itu justru malah bikin nilai nggak naik-naik. 

Satu hal yang penting lagi adalah DP itu butuh ketahanan diri (endurance) yang kuat. Ada yang bilang learning is fun. Di satu sisi emang bener, tapi di sisi lain untuk memiliki endurance yang tinggi banget itu penting banget. Jangan pernah berhenti di tengah-tengah. Jangan tau-tau berhenti, karena bisa jadi hasil belajar kita jadi nggak balance dan nggak maksimal. Kadang, kalau lagi mood semangat, tapi pas nggak mood, kamu tinggalin. Nah, itu jangan sampe tuh. GAWAT. Kamuharus keep your endurance secara stabil terus-terusan. Saya bakal jelasin lebih banyak lagi tentang how to keep balance, finding your passion, dan liberal arts lainnya di tulisan saya yang lain deh. DP atau Deliberate practice itu ga enak sama sekali, karena kamu harus paksa diri kamu, sampai bener-bener perfect. It’s not fun at all. Tapi, kalau kamu mau bener- bener expert di suatu bidang, kamu harus bersusah-susah dulu. Nah kalau kamu suka dengan konsep ini, kindly spread the words ke temen-temen kamu. Semoga guna,

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "Satu Hal Ini Lebih Penting Dari Bakat "