Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

 


Project Based Learning Menggunakan SACOBI


Apa kabar sahabat semua ? tetap sehat, tetap semangat ya. Postingan kali ini saya akan berbagi mengenai inovasi pembelajaran yang saya lakukan selama pandemi dan saya tuliskan dalam salah satu best practice saya. Semoga bermanfaat. 

-PROJECT BASED LEARNING MENGGUNAKAN SACOBI-

     Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang digunakan untuk memprediksi penyebaran virus corona di seluruh dunia. Penyebaran covid-19 di seluruh dunia sejauh ini membuat banyak ilmuwan melakukan penelitian tentang model virus, cara berkembang, menyebar dan sebagainya untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih mengancam kehidupan manusia.

       Sistem pengumpulan data yang digunakan untuk menghitung orang yang terkena corona virus atau covid-19 adalah salah satu pengaplikasian matematika dalam kehidupan sehari – hari. Dengan menggunakan materi statistika, orang yang terinfeksi virus corona dapat terdata dan terhitung akurat. Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara bagaimana mengumpulkan, menyajikan, menganalisis, menginterpretasi, menyimpulkan berdasarkan  data. Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data pasien corona virus adalah dengan melihat awal kasus covid-19 menyebar. Di Akhir akan terbentuk beberapa kategori yang membuat data lebih mudah dibaca.

Statistika dasar telah di terima peserta didik pada saat mereka berada di tingkat SMP. Konsep yang telah mereka dapat sebelumnya dapat mereka gunakan untuk mengeksplorasi kegunaan baru statistika dalam menganalisa dan menyimpulkan dampak covid-19 yang membuat mereka akhirnya belajar di rumah, hal ini merupakan bagian dari belajar bermakna. Diluar sebagai partisipasi mereka dalam ikut mencegah penyebaran covid-19, mereka dapat mengerti, memahami bahaya laju covid-19 yang akan terjadi kedepan melalui analisa statistika yang mereka kerjakan.

    Sebagai contoh, mereka dapat menyimpulkan laju kenaikan korban covid-19 tiap minggunya melalui observasi data terlebih dahulu kemudian dapat mereka simpulkan hasilnya. Hasil yang mereka dapat kemudian mereka gabungkan dengan dampaknya terhadap penyebaran covid-19 berkelanjutan. Di akhir, mereka dapat membagi karya mereka melalui pengerjaan sebuah karya yang didasari dari hobi mereka.

Penugasan proyek yang diberikan yaitu berupa penggabungan konsep statistika berupa pengumpulan, pengolahan, analisis sampai ditahap kesimpulan atau dapat berupa penyajian data memperkuat kesimpulan dari dampak penyebaran covid – 19 di Indonesia, sehingga dari karya tersebut peserta didik dapat menyajikannya dalam berbagai bentuk karya sesuai dengan minat hobinya masing – masing. Terakhir, peserta didik dapat membagi karyanya sebagai bentuk kampanye pencegahan covid-19 melalui media sosial.

Secara umum tahapan strategi pemecahan masalah ini yaitu:

1. Penentuan pertanyaan mendasar.

2. Menyusun perencanaan proyek.

3. Menyusun jadwal kegiatan.

4. Memantau peserta didik dan kemajuan proyek.

5. Penilaian hasil.

6. Evaluasi pengalaman


Gambar Alur Proses Pembelajaran

TAHAPAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Persiapan dan Sosialisasi

       Pada tahap ini, penulis melakukan komunikasi dua arah melalui zoom meeting dengan para peserta didik untuk menanyakan pendapat, keluh kesah dan masalah yang terjadi ketika pembelajaran berubah total menjadi pembelajaran daring. Penulis menawarkan bentuk penugasan proyek yang tidak memberatkan dengan memunculkan hobi dalam menghasilkan karya untuk dikerjakan peserta didik selama kurang lebih tiga minggu.

    Penulis kemudian memberikan edaran surat kemendikbud mengenai kampanye pencegahan covid-19 ke dalam grup perwakilan peserta didik yang nantinya dijadikan acuan dalam eksplorasi ide penggabungan tiga aspek yaitu statistika, covid – 19 dan hobi. Penulis menuliskan dan membagi acuan umum melalui grup whatsapp tersebut seperti tampilan gambar dibawah ini.


Persiapan sebelum kegiatan

    Penulis kemudian memberikan lembar kerja penugasan bernama tugas proyek matematika – covid-19 yang penulis share dalam aplikasi pusdatin sekolah dan google classroom. Kemudian meminta peserta didik untuk membaca secara detail poin yang ada dan kemudian memulai mengerjakannya.

B. Pelaksanaan Kegiatan

   Tahap ini penulis meminta peserta didik untuk mulai mengeksplorasi ide kreatifnya menggunakan SACOBI yaitu statistika, covid-19 dan hobi menjadi sebuah karya yang baru dan berbeda. Secara rinci digambarkan pada tahapan berikut:

1. Penentuan pertanyaan mendasar

     Penulis memberikan suatu tema dengan pertanyaan awal yang menstimulus rencana proyek yang akan disepakati penulis dan peserta didik yaitu bagaimana hobi kita dapat kita tuangkan dalam sebuah karya yang memuat kampanye pencegahan covid-19 dan memasukkan statistik penyebaran di dalamnya. Penulis kemudian memaparkan dan me-review kembali materi statistika yang didapat sebelumnya melalui aplikasi zoom meeting secara tatap muka bersama peserta didik.

2. Menyusun perencanaan proyek

     Pada tahap ini peserta didik diminta mengklasifikasikan hobi mereka (bentuk penyajian karyanya) untuk pengerjaan konsep statistika dan kampanye pencegahan covid-19, mempersiapkan alat dan bahan serta cara kerja agar karya tersebut berhasil dibuat.

3. Menyusun jadwal kegiatan

    Jadwal kegiatan pembelajaran yang telah disepakati penulis dengan peserta didik disajikan dalam tabel 3.1 sebagai berikut:

Tabel 3.1

Jadwal Kegiatan Pembelajaran

 

No

Tahapan Kegiatan

Waktu Pelaksanaan

1

Persiapan

·        Diskusi dengan Peserta didik

·        Menyusun poin – poin operasional

·        Menyusun lembar kerja dan instrument penilaian

Awal April 2020

2

Sosialisasi melalui grup perwakilan

kelas dan media Pusdatin sekolah

8 – 15 April 2020

3

Pelaksanaan, pemantauan dan

bimbingan pengerjaan proyek melalui grup whatsapp atau personal

16 April 2020 – 10

Mei 2020

4

Evaluasi (perbaikan)

10 – 12 Mei 2020

5

Penilaian

13 – 20 Mei 2020

 

C. Memantau Peserta Didik dan Kemajuan Proyek

    Penulis melakukan monitoring dan bimbingan melalui grup whatsapp ataupun personal apabila ada pertanyaan peserta didik terkait tugas. Penulis membantu mengembangkan pemikiran peserta didik mengacu pada ide utamanya. Penulis melakukan diskusi berkala juga selama dua kali di jam pertemuan daring melalui zoom meeting untuk memperjelas dan memperkuat aturan penugasan.

D. Penilaian Hasil

    Setelah peserta didik mengerjakan ide awal, diskusi dengan penulis mengenai jalannya pengerjaan proyek, peserta didik mengumpulkan proyeknya melalui Pusdatin sekolah yang nantinya penulis bisa langsung menginput nilai tersebut dan dapat dilihat oleh peserta didik secara langsung. Sebelum penulis menginput nilai akhir, penulis melihat detail aspek pada rubrik skor yang sudah dibuat.

E. Evaluasi Pengalaman

  Peserta didik diminta merefleksikan dirinya mengenai perasaannya setelah membuat karya secara mandiri serta menuliskan faktor – faktor apa yang menghambat jalannya pengerjaan. Beberapa contoh refleksi pengalaman siswa dapat dilihat dari gambar berikut:


salah satu refleksi siswa


Berikut adalah hasil karya - karya siswa yang dihasilkan menggunakan konsep SACOBI.













 

Yusuf Sodhiqin
Yusuf Sodhiqin Hello, saya Yusuf Sodhiqin, Sahabat Rumah Belajar Banten 2020 Guru Matematika SMAN 1 Kota TangSel Juara IV Best Practice Nasional PJJ LPMP DIY Favorite Writer Lomba Puisi ASEAN 2020

Posting Komentar untuk "Project Based Learning Menggunakan SACOBI"